Detail Penelitian Obat Bahan Alam

Judul Penelitian
Telaah Fitokimia Bunga Pepaya Gantung (Carica papaya L.) dan Uji Aktivitas Antioksidannya

Peneliti
Yenny Indrawati
Kosasih P
Soediro Soetarno
Asep Gana S

Abstrak
Telah diteliti fitokimia dan diuji aktivitas antioksidan bunga jantan segar pepaya gantung (Carica papaya L., Caricaceae). Hasil penapisan menunjukkan adanya flavonoid, tanin, steroid-triterpenoid, dan karbohidrat. Ekstrak dibuat dengan cara ekstraksi sinambung menggunakan n-heksana, metilen klorida, etil asetat, dan metanol. Dari ekstrak etanol diperoleh satu senyawa amida dan dari ekstrak n-heksana diperoleh satu senyawa steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode reduksi larutan 1,1-difenil-2-pikilhidrazil menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitas penangkap radikal bebas paling kuat dengan nilai EC50 0,3537 mg/mL.

Keterangan
Tesis

Tahun
2002

Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB

Kandungan Kimia
Isolat M5 merupakan senyawa amida dengan rumus molekul C6H11NO2.
Isolat IH3 mirip aplisterol yang merupakan steroid dengan rumus kimia C29H50O dan ikatan rangkap pada C-5.
Isolat Y1 dan Y2 belum diketahui golongan senyawanya.

Isolasi
Penelitian meliputi penyiapan bahan, identifikasi, karakterisasi simplisia, penapisan fitokimia, pembuatan ekstrak, uji aktivitas antioksidan ekstrak, pemisahan, pemurnian, dan karakterisasi isolat. Penetapan unsur logam dilakukan secara spektrofotometri serapan atom.

Bahan diektraksi sinambung menggunakan pelarut n-heksana, metilen klorida, etil asetat, dan metanol. Masing-masing ekstrak dipekatkan dengan penguap vakum putar hingga diperoleh ekstrak kental.

Pemeriksaan kandungan tiap ekstrak dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) dengan penampak bercak sinar UV-Visible, asam sulfat 10% dalam metanol, dan ninhidrin. Sistem pengembang yang digunakan yaitu n-heksana-etil asetat (1:1), metilen klorida-etil asetat (7:3), dan kloroform-metanol (7:3). Fasa diam yang digunakan yaitu silika gel GF254.

Pemisahan kandungan ekstrak dipilih berdasarkan rendemen dan aktivitas antioksidan. Fraksinasi EM dilakukan secara kromatografi cair vakum (KCV) menggunakan silika gel sebagai fasa diam dan pengembang etil asetat-metanol-air, sehingga diperoleh 15 fraksi. Setiap fraksi diperiksa kandungan secara KLT, pola yang sama digabung, dihasilkan 6 fraksi. Pemisahan dilakukan terhadap fraksi 3, 4, 5 karena mengandung 2 bercak dominan dan terpisah dalam pereaksi ninhidrin pada Rf = 0,17 dan Rf = 0,4. Pemisahan secara kromatografi kolom (KK) dengan fasa diam silika gel dan pengelusi metanol, keduanya tidak menunjukkan bercak sebagai penangkap radikal bebas. Pemisahan senyawa Rf 0,4 menghasilkan bercak M3 diperiksa secara KLT dua dimensi menunjukkan satu bercak. Namun secara kromatografi gas-spektrometri massa menghasilkan dua senyawa, isolat Y1 dan Y2.

EH dipisahkan secara KCV menggunakan fasa diam silika gel dan pengelusi sistem landaian n-heksana-metilen klorida-etil asetat, diperoleh 6 fraksi. Setiap fraksi diperiksa kandungan secara KLT dengan pengembang n-heksana-etil asetat (8:2), pola yang sama digabung, dihasilkan 6 fraksi. Fraksi 1 dan 2 pada Rf 0,9 positif sebagai penangkap radikal bebas diduga karotenoid. Fraksi 2, 3, 4 terlihat adanya bercak dominan pada Rf 0,5 tetapi tidak aktif sebagai penangkap radikal bebas. Bercak ini dipisahkan secara KK dengan fasa diam silika gel dan pengelusi n-heksana-etil asetat (8:2) dan diperiksa secara KLT dengan pengembang yang sama, disebut isolat IH3. Isolat yang dominan diuji kemurniannya dengan pengukuran titik leleh, kemudian dikarakterisasi secara KLT , spektrofotometri UV-Visible, spektrofotometri inframerah (IR), spektrometri massa (MS), spektroskopi resonansi magnet inti (RMI) proton dan karbon.

Hasil determinasi menunjukkan tumbuhan yang digunakan adalah Carica papaya L.
Kadar air bunga segar sebesar 87,7%.Hasil pemeriksaan karakterisasi simplisia yaitu kadar abu total 14,05%; kadar abu larut air 4,94%; kadar abu tidak larut asam 0,74%, kadar sari larut air 4,94%; kadar sari larut etanol 0,58%; kadar air 9%, susut pengeringan 11,30%. Kandungan kalium 575,85 bpj, natrium 147,11 bpj, magnesium 705,32 bpj, besi 60,12 bpj, kalsium 804,20 bpj, tembaga 1,25 bpj, timbal 1,06 bpj.Hasil penapisan menunjukkan adanya flavonoid, tanin, steroid-triterpenoid, dan karbohidrat.
Rendemen ekstrak berturut-turut 5,6% Ekstrak kental n-heksana (EH), 0,73% ekstrak kental metilen klorida (EC), 2,56% ekstrak kental etil asetat (EE), 16,46% ekstrak kental metanol (EM).Hasil pemeriksaan kandungan tiap ekstrak secara KLT menunjukkan adanya bercak coklat, ungu, dan hijau kekuningan setelah disemprot dengan penampak bercak. EH dan EC minimal mengandung 7 senyawa, EE 8 senyawa, EM praktis tidak terpisah oleh pelarut.
EM mempunyai rendemen dan aktivitas antioksidan terbesar.
Bercak dominan EM dengan Rf = 0,17 menghasilkan isolat M5 berupa serbuk putih yang tidak berasa, titik leleh 256,8-257,10C. Isolat M5 tidak mempunyai proton dan karbon aromatis, merupakan senyawa amida dengan rumus molekul C6H11NO2.
Isolat Y1 dan isolat Y2 belum diketahui golongan senyawanya.
Isolat IH3 berupa kristal jarum putih dengan titik leleh 134,8-135,50C, Isolat IH3 mirip aplisterol yang merupakan steroid dengan rumus kimia C29H50O dan ikatan rangkap pada C-5.

Uji Farmakologi
Penapisan aktivitas penangkap radikal bebas DPPH dilakukan terhadap komponen ekstak secara kromatografi lapis tipis (KLT) dengan pengembang metilen klorida-etil asetat (7:3) dan penampak bercak DPPH 0,2%. Bercak yang dapat menangkap radikal bebas akan menghasilkan warna kuning dengan latar belakang ungu dalam waktu tidak lebih dari 30 menit.

Kekuatan aktivitas penangkap radikal bebas ekstrak, fraksi, dan pembanding vitamin C ditentukan dengan penentuan nilai EC50 secara spektrofotometri sinar tampak pada panjang gelombang 516 nm. EC50 ditentukan dari persamaan regresi linear antara % penghambatan serapan dan konsentrasi ekstrak atau fraksi.

Urut-urutan ekstrak sebagai penangkap radikal bebas paling aktif adalah EM, EC, EE, dan EH dengan nilai 0,3537; 0,6416; 1,0459; dan 1,0829 mg/mL.

Bagi mereka yang mengutip hasil penelitian ini wajib menuliskan sumbernya Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id

Kembali Halaman Utama top