Detail Penelitian Obat Bahan Alam

Judul Penelitian
Telaah Fitokimia Herba Patikan Cina (Euphorbia thymifolia L.)

Peneliti
Evelin W.
Komar Ruslan
As’ari Nawawi

Abstrak
Herba patikan cina (Euphorbia thymifolia L.) digunakan secara tradisional untuk pengobatan luka, bengakak dan wasir. Dalam penelitian ini dicari senyawa pengenal herba patikan cina. Herba diekstraksi sinambung, diekstraksi cair-cair kemudian dikromatografi kertas. Tiga senyawa flavonoid yang ditemukan dapat dijadikan senyawa pengenal herba patikan cina, senyawa turunan apigenin dengan satu gula pada posisi 7 dengan ikatan O-glikosidik, senyawa turunan kuersetin dengan satu gula pada posisi 3 dengan ikata O-glikosidik dan senyawa turunan kuersetin yang diduga memiliki dua gula pada posisi 3 dan 7.

Keterangan
Skripsi

Tahun
2006

Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB

Isolasi
Penelitian herba patikan cina dilakukan dengan pembuatan simplisia, pemeriksaan karakteristik simplisia, pemeriksaan kandungan kimia, ekstraksi dan pemantauan ekstrak, fraksinasi dan pemantauan fraksi, pemurnian dan uji kemurnian serta karakterisasi dan identifikasi.

Ekstraksi simplisia dilakukan secara bertingkat dengan metode ekstraksi sinambung dengna alat Soxhlet menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol. Pemantauan ekstraknya dilakukan dengan kromatografi kertas menggunakan kertas Whatman no.1 dan pengembang yang digunakan adalah n-butanol - asam asetat – air dengan komposisi 4:1:5. Penampakan bercak dilakukan dengan penampak bercak aluminium (III) klorida 1% dalam metnol lalu diamati di bawah lampu 366 nm.

Ekstrak metanol kemudian diektraksi cair-cair dengan pelarut dietil eter. Fraksi airnya kemudian diekstraksi cair-cair dengan pelarut etil asetat. Fraksi air yang diperoleh kemudian diektraksi cair-cair dengan n- butanol. Pemantauan fraksi kembali dilakukan dengan kromatografi kertas dengan pengembang n-butanol - asam asetat – air dengan komposisi 4:1:5. selain itu, dilakukan pemantauan dengan kromatografi kertas dua dimensi dengan pengembang n-butanol - asam asetat – air dengan komposisi 4:1:5 dan pengembang kedua asam asetat 15%.

Pemurnian fraksi dilakukan dengan metode KKt dengan asam asetat 15% dan air. Uji kemurnian dilakukan dengan metode KKt pengembangan tunggal dama empat jenis pengembang yaitu asam asetat 155, n-butanol - asam asetat – air dengan komposisi 4:1:5, forestal dan air. Uji kemurnian dilanjutkan dengan metode kromatografi kertas dua dimensi dengan pengembang n-butanol - asam asetat – air dengan komposisi 4:1:5 dan pengembang kedua asam asetat 15%.

Isolat murni kemudian dikarakterisasi dan diidentifikasi dengan metode spektrofotometri ultraviolet –sinar tampak menggunakan pereaksi geser natrium hidroksida, aluminium klorida, asam hidroklorida, natrium asetat dan asam borat. Karakterisasi dilakukan juga dengan hidrolisis untuk mengetahui keberadaan gugus gula dalam isolat.

Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa terdapat kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid/triterpenoid.Hasil pemurnian dengan metode kromatografi kertas menghasilkan 3 isolat yang disebut isolat A, B, dan C.
Berdasarkan hasil karakterisasi dan identifikasi, isolat A merupakan senyawa flavonoid jenis flavonol turunan kuersetin dengan satu gugus gula pada posisi 3 dengan ikatan O-glikosidik. Isolat B merupakan senyawa turunan kuersetin yang diduga memiliki dua gugus gula pada posisi 3 dan 7. sedangkan isolat C merupakan senyawa flavonoid jenis flavon turunan apigenin yang memiliki gugus gula pada posisi 7 dengan ikatan O-glikosidik.

Bagi mereka yang mengutip hasil penelitian ini wajib menuliskan sumbernya Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id

Kembali Halaman Utama top