Detail Penelitian Obat Bahan Alam

Judul Penelitian
Uji Efek Antidiare Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.), Daun Kiurat (Plantago major L.), dan Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) serta Kombinasinya

Peneliti
Muhamad Insanu
Elin Yulinah S.
I Ketut Adnyana

Abstrak
Kirinyuh diambil bagian daun, sedangkan temu putih diambil bagian rimpang. Kedua simplisia uji diekstraksi dengan cara dekok, dan ekstrak yang diperoleh dikeringbekukan dengan alat pengering beku.
Aktivitas imunostimulasi diuji pada mencit BALB/c normal yang ditekan sistem imunnya dengan siklofosfamid. Ekstrak uji diberikan secara oral 1 kali sehari selama 7 hari dengan dosis 15, 30, dan 60 mg/kg bb untuk daun kirinyuh dan 25, 59, dan 100 mg/kg bb untuk rimpang temu putih. Dosis ekstrak yang memberikan efek imunostimulasi pada tikus normal diuji pada tikus yang ditekan sistem imunnya. Uji respon imun non spesifik meliputi uji aktivitas fagositosis, uji aktivitas lisozin eksudat peritoneal dalam melisis Sarcina lutea, penentuan indeks hati dan limpa, dan penentuan jumlah leukosit total. Untuk respon imun spesifik meliputi penentuan titer antibodi primer dan sekunder sebagai respon imun humoral dan uji hipersensitifitas tipe lambat sebagai respon imun selular.

Keterangan
Skripsi

Tahun
2003

Tempat Penelitian
Dept. Farmasi ITB

Uji Farmakologi
Kirinyuh diambil bagian daun, sedangkan temu putih diambil bagian rimpang. Kedua simplisia uji diekstraksi dengan cara dekok, dan ekstrak yang diperoleh dikeringbekukan dengan alat pengering beku.

Aktivitas imunostimulasi diuji pada mencit BALB/c normal yang ditekan sistem imunnya dengan siklofosfamid. Ekstrak uji diberikan secara oral 1 kali sehari selama 7 hari dengan dosis 15, 30, dan 60 mg/kg bb untuk daun kirinyuh dan 25, 59, dan 100 mg/kg bb untuk rimpang temu putih. Dosis ekstrak yang memberikan efek imunostimulasi pada tikus normal diuji pada tikus yang ditekan sistem imunnya. Uji respon imun non spesifik meliputi uji aktivitas fagositosis, uji aktivitas lisozin eksudat peritoneal dalam melisis Sarcina lutea, penentuan indeks hati dan limpa, dan penentuan jumlah leukosit total. Untuk respon imun spesifik meliputi penentuan titer antibodi primer dan sekunder sebagai respon imun humoral dan uji hipersensitifitas tipe lambat sebagai respon imun selular. ekstrak daun kirinyuh 30 dan 60 mg/kg bb dan rimpang temu putih 100 mg/kg bb meningkatkan indeks fagositik dan jumlah leukosit. Ekstrak daun kirinyuh 30 dan 60 mg/kg bb juga meningkatkan indeks limpa.
Pada mencit yang ditekan sistem imunnya, ekstrak daun kirinyuh 30 dan 69 mg/kg bb dan rimpang temu putih 50 dan 100 mg/kg bb dapat memperbaiki sistem imun dengan meningkatnya aktivitas lisozim eksudat peritoneal, jumlah leukosit total dan titer antibodi primer dan sekunder. Ekstrak daun kirinyuh 60 mg.kg bb juga meningkatkan indeks fagositik, indeks limpa dan respon reaksi hipersensitivitas tipe lambat mencit yang ditekan sistem imunnya.

Bagi mereka yang mengutip hasil penelitian ini wajib menuliskan sumbernya Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id

Kembali Halaman Utama top